Gubernur YSK Sebut Tompaso, Potensi Jadi Pusat Pacuan Kuda Internasional

JurnalMongondow.Net-Kejuaraan Pacuan Kuda “New Year Cup 2026” bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan olah raga yang bisa menyedot kunjungan Turis baik lokal maupun manca negara  di Sulawesi Utara.

Aduh cepat dan derap tapakan kaki kuda pacu  melaju di stadion pacuan kuda Tompaso yang memiliki udara yang sejuk dan pemandangan yang indah.

Menariknya di  tengah antusiasme masyarakat, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, hadir langsung menyapa komunitas pecinta kuda, atlet, serta para penonton yang memadati arena tersebut.

“Saya datang ke sini bukan hanya sebagai Gubernur, tapi sebagai bagian dari komunitas. Ini komunitas kuda, komunitas olahraga, komunitas rakyat,” ujar Gubernur Yulius di hadap

Pacuan kuda Tompaso lanjut Gubernur YSK memiliki nilai strategis yang sangat besar, bahkan berpotensi menjadi pusat pacuan kuda internasional,di kawasan Asia, banyak arena pacuan kuda mulai ditutup.

“Di Asia, pacuan kuda sudah banyak yang tutup. Hongkong sudah tutup. Kalau Hongkong tutup, mereka mau ke mana? Ke sini. Tompaso ini tempatnya,” jelasnya.

Oleh kerna itu,Gubernur mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa menjual lahan di sekitar arena.

“Saya minta camat, kumtua, dan seluruh masyarakat, kalau ada orang luar mau beli tanah di sekitar sini, jangan dulu. Ini akan kita jadikan tempat paling seksi di dunia,” katanya disambut tepuk tangan.

Gubernur Yulius juga mengungkapkan fakta bahwa sekitar 60 persen kuda di Indonesia berasal dari Sulawesi Utara, sebuah potensi besar yang harus dijaga.

“Kita punya tanah, kita punya rumput, kita punya air. Sejarah kita panjang. Sejak tahun 1930-an, tempat ini sudah mencetak kuda dan atlet hebat. Ini warisan yang harus kita bangkitkan kembali,” ujarnya.

Ia memastikan, mulai tahun 2026, pemerintah provinsi akan melakukan pembenahan besar-besaran terhadap fasilitas olahraga.

“Olahraga sudah kita anggarkan besar-besaran. Fasilitas di KONI kita perbaiki. Hall A, B, C kita perbaiki. Stadion, lapangan badminton, sampai lapangan pacuan kuda, semuanya kita benahi,” ungkapnya.

Tak hanya soal infrastruktur, Gubernur juga mengatakan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan arena.

“Kalau tidak ada tiket, tidak ada dana pemeliharaan. Pemerintah siap memfasilitasi, tapi kita semua harus rawat bersama. UMKM kuda, pelatih, peternak, semuanya kita siapkan,” katanya.

Ia pun mengajak penonton untuk disiplin menjaga kebersihan area pacuan.

“Boleh nggak kalau pulang, sampahnya dibawa? Jangan sampai tempat ini rusak karena kita sendiri,” ujarnya dengan nada persuasif.

Lebih jauh, Gubernur Yulius optimistis bahwa Tompaso akan menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa tahun ke depan.

“2026, 2027, kita bukan lagi nasional, tapi internasional. Hotel bintang empat, bintang lima akan tumbuh di sekitar sini. Olahraga dan pariwisata akan jalan bersama,” katanya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kompak dan tidak melepas potensi kuda Sulawesi Utara ke daerah lain.

“Jangan cepat-cepat menjual kuda kita. Jangan dilepas jauh-jauh. Bersama pemerintah, kita majukan kuda-kuda kita di ajang nasional dan internasional,” pungkasnya.

Kejuaraan New Year Cup 2026 pun menjadi lebih dari sekadar lomba pacuan, ia menjelma simbol harapan baru, bahwa dari Tompaso, Sulawesi Utara siap kembali berlari kencang menuju panggung dunia.(*)

Komentar Facebook

komentar

About Redaktur