Jurnal Mongondow.Net-Untuk penanganan stunting memerlukan pendekatan menyeluruh, lengkap, dan mencakup banyak atau aspek, memberikan pemahaman yang utuh. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bolmong Doni Lumenta saat membuka Rapat koordinasi tim percepatan pencegahan dan penurunan stunting tingkat kab Bolaang Mongondow tahun 2025 yang diselenggarakan di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (11/12/2025)
Rapat Koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas strategi bagaimana menekan angka stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow.
saat sambutan Wabup Doni Lumenta menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sangat serius terkait penanganan stunting Ia mengatakan , penanganan stunting memerlukan pendekatan komprehensif yang menyentuh aspek gizi, kesehatan, lingkungan, sosial, dan ekonomi, dengan kolaborasi semua pihak dari tingkat nasional hingga desa.
” Tak hanya di dalam rumah sendiri, Edukasi penekanan stunting harus menyeluruh. Pemberian makanan kepada ibu hamil juga menjadi faktor penyebab stunting. Sehingga Tenaga Kesehatan harus kerja ekstra terutama dalam melakukan pelayanan Posyandu ke seluruh pelosok desa. ” Ujar Lumenta
” .Pemberian makanan kepada ibu hamil dan balita menjadi skala prioritas dan menjadi perhatian Pemkab Bolmong apakah asupan nutrisi sudah benar benar sesuai atau tidak, Nah kerja sama semua stakeholder perlu di perhatikan lagi agar tidak terjadi miskomunikasi sehingga mengakibatkan Stunting, ” Ujar Wabup Doni Lumenta.
Lanjut Wabub Dony Laporan yang masuk terkait perkembangan penanganan stunting sudah lebih dari 70 persen. Angka ini sudah sangat baik, namun alangkah baiknya angka stunting kita berada di angka Nol persen.
” Tenaga Kesehatan dan Kader Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting, Jangan sampai pelayanan terkendala karena Posyandu tak aktif, ” Tegas Wabup Dony mengakhiri sambutannya (*)
JURNAL MONGONDOW | Barometer Informasi Totabuan Barometer Informasi Totabuan
